Cara Memperbesar Penis Dengan Teh Basi

Cara Memperbesar Penis Dengan Teh Basi

Teh sudah lama dikenal sebagai minuman yang bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan antioksidan tinggi yang dimilikinya. Teh bagi wanita juga dijadikan minuman untuk mendapatkan tubuh yang langsing. Dan bagi pria, juga ada manfaat khusus yang bisa didapatkan dari teh.

Selain dapat menyengarkan badan, ternyata teh bisa bermanfaat bagi pria untuk membesarkan penis. Teh yang digunakan adalah teh basi yang didiamkan semalaman.

Memperbesar penis menggunakan teh basi memang masih menjadi pro-kontra di kalangan masyarakat. Namun terpelas dari benar atau tidaknya mitos ini, banyak pria yang sudah memberikan testimoni setelah melakukan terapi pembesaran penis menggunakan teh basi.

Kalau Anda penasaran bagaimana caranya, silahkan baca tips dibawah ini.

Pilih Teh Berkualitas

Pemilihan teh yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi yang Anda lakukan. Anda bisa menggunakan teh hijau untuk memperbesar penis. Teh hijau dipercaya lebih bermanfaat dibandingkan teh hitam yang sering kita jumpai di toko-toko.

Rebus Adonan Teh Basi

Untuk membuat ramuan teh basi , Anda perlu merebus teh hijau tanpa gula dan campuran pemanis apapun. Gunakan takaran kurang lebih 2 hingga 3 sendok makan teh dengan air sebanyak 400ml. Rebus teh hingga mendidih dan tunggu hingga suhu menjadi lebih dingin.

Tunggu Hingga Basi

Untuk mendapatkan teh basi. Anda perlu diamkan teh tersebut selama kurang lebih 5 hari. Dalam waktu itu, teh akan mengalami proses kimiawi dan menyebabkan teh menjadi basi.

Persiapan Perendaman

Jika teh sudah basi, sebelum melakukan terapi lakukan pemasan terlebih dahulu dengan merendam penis ke air hangat sembari dipijit. Lakukan pemijitan ini selama 15 menit untuk membuka pori-pori pada penis.

Selanjutnya, rendam penis kedalam ramuan teh basi dan sambil memijitnya. Lakukan selama 25 menit. Setelah itu diamkan.

Lakukan Secara Rutin

Untuk mendapatkan penis yang besar dengan terapi teh basi tidaklah instan. Untuk itu, Anda perlu secara rutin melakukan terapi dengan setidaknya minimal 3 hingga 4 kali seminggu utnuk mencapai hasil yang maksimal.