Sumber Daya Alam Hayati

Sumber Daya Alam Hayati

Sumber Daya Alam Hayati

Sumber daya alam hayati merupakan bagian dari sumber daya alam yang asalnya dari makhluk hidup. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam hayati berupa sumber daya hutan dan sumber daya ikan. Selain hutan dan ikan, jasad renik juga termasuk dalam sumber daya alam hayati yang tidak dapat ditinggalkan untuk dibahas.

  1.    Sumber Daya Hutan

Hutan memiliki fungsi yang beraneka ragam. Fungsi hutan antara lain sebagai penghasil berbagai macam kayu, sebagai tempat hidup hewan, mengatur tata air, melindungi kesuburan tanah, mencegah erosi, serta menjaga stabilitas iklim global. Manusia memperoleh banyak manfaat dari hutan, misalnya kayu dari hutan dapat digunakan untuk membuat rumah, berbagai macam perabot rumah tangga, serta berbagai macam infrastruktur. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta semakin gencarnya berbagai aktivitas pembangunan, industri, dan perkebunan, maka keberadaan sumber daya hutan menjadi rusak dan terus berkurang luasnya.

  1.    Sumber Daya Ikan

Ketersediaan sumber daya ikan di Indonesia sangat melimpah. Sumber daya ikan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah ikan-ikan yang ada di laut atau ikan yang tidak dibudidayakan (dipelihara) oleh manusia. Sumber daya ikan merupakan sumber daya milik umum karena keberadaannya bebas di laut. Artinya, penangkapan ikan dapat dilakukan oleh siapa saja selama izinnya jelas, tidak melintasi batas wilayah negara lain, serta tetap menjaga kelestarian alam. Sektor perikanan menjadi sektor yang penting karena dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan menopang perekonomian nasional.

Meskipun keberadaan ikan bebas di laut, diperlukan ilmu yang cukup agar dapat mengelolanya dengan baik. Setiap jenis ikan memiliki karakteristik dan perilaku yang khas serta berbeda-beda satu sama lain. Selain itu, keberadaan ikan juga bersifat dinamis karena selalu bermigrasi (berpindah tempat). Sebagai negara yang kaya akan sumber daya ikan, tentu ilmu tentang perikanan sangat dibutuhkan agar dapat memanfaatkan sumber daya ikan secara optimal dan berkelanjutan.

  1.    Sumber Daya Jasad Renik

Jasad renik merupakan makhluk hidup mikroorganisme yang berperan untuk menguraikan sisa-sisa makhluk hidup. Tanpa adanya jasad renik pasti akan terdapat banyak bangkai dan sampah di permukaan bumi. Sumber daya jasad renik merupakan sumber daya yang perannya sulit untuk diamati dan manfaatnya jarang sekali disadari oleh manusia. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan jasad renik sangat penting bagi kehidupan manusia.


Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Berbagai Macam Citra Satelit Pengindraan Jauh

Mengenal Berbagai Macam Citra Satelit Pengindraan Jauh

Mengenal Berbagai Macam Citra Satelit Pengindraan Jauh

Ada berbagai macam citra satelit pengindraan jauh. Berdasarkan resolusi spasialnya, citra satelit pengindraan jauh dapat dikelompokkan menjadi citra satelit resolusi rendah, menengah, dan tinggi.

  1.    Citra Satelit Resolusi Rendah

Citra satelit resolusi rendah umumnya digunakan untuk kegiatan monitoring kondisi cuaca dan kondisi laut. Karena fenomena yang diamati mencakup wilayah luas, maka diperlukan citra resolusi rendah yang perekamannya dapat mencakup wilayah luas tersebut. Salah satu citra satelit resolusi rendah adalah NOAA.  Satelit NOAA mengorbit mengelilingi bumi pada ketinggian 870 km. NOAA memiliki resolusi spasial 1.100 meter tiap pixel dengan cakupan wilayah perekaman mencapai 2.800 km.

  1.    Citra Satelit Resolusi Menengah

Citra satelit resolusi menengah banyak digunakan untuk analisis kondisi lahan, hidrologi, kehutanan, dan pertanian. Contoh citra satelit resolusi menengah di antaranya adalah Landsat, SPOT, dan ASTER. Satelit Landsat pertama kali diluncurkan pada tahun 1972 dengan dua sensor, yaitu Return Beam Vidicon (RBV) dan Multi Spectral Scanner (MSS) dengan resolusi spasial 80 meter. Satelit Landsat generasi terbaru adalah Landsat 8, diluncurkan pada tahun 2013. Setelah Landsat 4, selain sensor MSS terdapat sensor baru, yaitu Thematic Mapper (TM) yang mempunyai resolusi spasial 30 meter, sensor OLI (Operational Land Imager), dan sensor TIRS (Thermal Infra Red Sensor). Citra SPOT (Systeme Probatoire d’Observation de la Terre) merupakan satelit resolusi spasial menengah yang telah diluncurkan sejak tahun 1986 (SPOT 1, 2, 3, dan 4). Tahun 2001 diluncurkan satelit SPOT 5. Ketinggian orbit satelit ini adalah 822 km, dengan resolusi temporal 2-3 hari. Resolusi spasialnya bervariasi antara 10 hingga 20 meter, serta daerah liputan antara 60 km hingga 120 km pada tiap satu lembar citra. Sementara itu, citra ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer) adalah instrumen/sensor yang dipasang pada satelit Terra, diluncurkan pada Desember 1999. Peluncuran satelit ini merupakan kerja sama antara NASA’s Earth Observing System (EOS) dan Jepang. ASTER menghasilkan citra yang dapat digunakan untuk observasi permukaan lahan, air, dan awan dari panjang gelombang tampak hingga inframerah thermal untuk studi klimatologi, hidrologi, biologi, dan geologi. ASTER memiliki resolusi spasial 15 meter hingga 90 meter dengan liputan wilayah 60 km.

  1.    Citra Satelit Resolusi Tinggi

Citra satelit resolusi tinggi berfungsi untuk mendapatkan informasi yang sangat detail mengenai suatu fenomena yang ada di permukaan bumi. Salah satu contohnya adalah untuk mengetahui kerapatan permukiman yang berhubungan dengan kepadatan penduduk dan penggunaan lahan. Citra satelit resolusi tinggi juga dapat memberikan informasi yang akurat untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam. Contoh citra satelit resolusi tinggi adalah Ikonos, Quickbird, dan World View.

Citra Ikonos memiliki resolusi spasial sangat tinggi, yaitu 3,2 meter untuk multispektral dan 0,82 meter untuk pankromatik. Ikonos mulai diluncurkan pada 24 September 1999 dengan ketinggian orbit satelit 681 kilometer. Luas liputan citra yang dihasilkan antara 11,3 km hingga 13,8 km, dengan resolusi temporal 4 hari. Citra Ikonos dapat digunakan untuk pemetaan kota dan pedesaan, sumber daya alam, bencana alam, pemetaan objek pajak, pertanian dan analisis hutan, pertambangan, teknik sipil, konstruksi, serta untuk deteksi perubahan.

Citra Quickbird memiliki resolusi spasial sangat tinggi, yaitu 2,44 meter untuk multispektral dan 61 sentimeter untuk pankromatik. Pada resolusi 61 sentimeter, bangunan, jalan, jembatan, dan detail infrastruktur lainnya dapat terlihat sangat jelas. Quickbird mulai diluncurkan pada 18 Oktober 2001. Citra ini difokuskan untuk penerapan manajemen lahan, infrastruktur, dan sumberdaya alam. Selain itu, citra Quickbird juga dapat digunakan untuk pengelolaan lingkungan serta pengawasan, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah pascabencana. Citra satelit resolusi tinggi seperti Quickbird sangat berperan dalam penanganan bencana alam di Indonesia. Citra ini dapat mengidentifikasi bangunan yang rusak dan wilayah mana saja yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan pemanfaatannya, citra satelit dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  1.     Citra satelit untuk pengamatan planet, misalnya citra Ranger dan Viking milik Amerika Serikat serta citra Luna dan Venera milik Rusia.
  2. Citra satelit untuk pengamatan cuaca, misalnya citra NOAA milik Amerika Serikat
  3.   Citra satelit untuk pengamatan laut, misalnya citra Seasat milik Amerika Serikat dan MODIS milik Jepang.
  4.  Citra satelit untuk pengamatan sumber daya alam, misalnya citra Landsat milik Amerika Serikat dan citra SPOT milik Perancis.

Baca Artikel Lainnya:

Sumber Daya Non-Geologi

Sumber Daya Non-Geologi

Sumber Daya Non-Geologi

Obatkuatpria.Id – Sumber daya non-geologi adalah sumber daya alam yang tidak berasal dari permukaan bumi, baik di dalam maupun di atas permukaan bumi. Contoh sumber daya non-geologi adalah materi penyusun atmosfer dan sinar matahari.

Dalam materi penyusun atmosfer terdapat udara yang dibutuhkan untuk kehidupan, seperti oksigen untuk bernapas manusia dan hewan serta karbon dioksida untuk proses fotosintesis tumbuhan. Di atmosfer juga terdapat angin, tenaga angin ini dapat menghasilkan listrik. Tenaga listrik dapat diperoleh dengan cara menggunakan turbin angin yang dihubungkan dengan generator listrik.

Selain angin, sinar matahari juga merupakan sumber daya non-geologi yang tersedia sangat melimpah. Saat ini banyak dikembangkan berbagai macam teknologi memanfaatkan tenaga sinar matahari. Di seluruh bagian permukaan bumi di mana terdapat sinar matahari yang terik dapat dikembangkan teknologi sumber energi matahari. Salah satu contoh pemanfaatan energi matahari adalah dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya di berbagai wilayah yang banyak memperoleh sinar matahari. Pembangkit listrik tenaga surya dapat menjamin ketersediaan listrik dalam skala yang besar.