Obatkuatpria.Id

Obatkuatpria.Id merupakan Portal Digital Fashion, Pendidikan, Teknologi dan Umum Secara Lengkap FREE

Jenis Kalimat Berdasarkan FUNGSINYA Dan Contohnya

Jenis kalimat berdasarkan fungsinya (jenis kalimat berdasarkan fungsinya)

berdasarkan-fungsinya

1. Kalimat deklaratif (kalimat pesan) Yang dimaksud adalah kalimat pernyataan atau kalimat pesan, baik positif maupun negatif. Contoh:

  • Dia tidak menginginkan proyek ini
  • Mia dan Sanchi itu cantik.
  • Barbara membuka pintu.
  • Kami mengirimkan pesanan.
  • Sooyong minum segelas susu setiap hari.
  • Ada beberapa buku di dalam buku-buku itu.

2. Kalimat negatif

Yakni, kalimat yang menggunakan note atau tidak untuk menunjukkan negativitas. Ada berbagai perubahan dari kalimat positif ke kalimat negatif.

Sebuah. Perubahan dengan menggunakan kata kerja (verba)

  • Tidak digunakan untuk subjek yang I, She, Us and You gunakan dalam kalimat present tense (menunjukkan kebiasaan sehari-hari).
  • Tidak digunakan untuk subjek dia, dia dan itu di masa sekarang (tampilan kebiasaan sehari-hari).
  • Did not digunakan untuk semua topik dalam kalimat bentuk lampau (yang menunjukkan kejadian lampau).
  • Setelah menggunakan tidak, tidak. atau tidak, kata tersebut berubah ke bentuk aslinya.

Bentuk waktu sekarang (+) bentuk waktu sekarang (-)

  • • Kami suka berenang. • Kami tidak suka berenang
  • • Dia berjalan ke sekolah. • Dia tidak berjalan ke sekolah
    Bentuk lampau (+) Bentuk lampau (-)
  • • Kami berbicara dengan prinsip. • Kami belum berbicara dengan prinsip.

b. Ganti dengan menggunakan menjadi hanya menambahkan catatan sesudahnya.

Bentuk waktu sekarang (+) bentuk waktu sekarang (-)

  • • Saya pulang. • Saya tidak di rumah.
  • • Mereka datang. • Mereka tidak datang.
  • • Dia seorang perawat. • Dia bukan perawat.
    Bentuk lampau (+) Bentuk lampau (-)
  • • Kami menulis surat. • Kami tidak menulis surat.
  • • Saya memasak di dapur. • Saya tidak memasak di dapur.

c. Perubahan dengan modal, perubahan modal kemudian cukup tambahkan catatan.

Modal saat ini (+) Modal saat ini (-)

  • • Ina telah menyelesaikan studinya. • Ina belum menyelesaikan studinya.
  • • Kami akan mewujudkan impian kami. • Kami tidak akan mewujudkan impian kami.
    Modal lampau (+) bentuk lampau (-)
  • • Ibuku menyirami tanaman. · Ibu saya tidak menyirami tanaman.
  • • Anda harus membayar uang sekolah. · Anda tidak perlu membayar uang sekolah.
    Modal sempurna lampau (+) modal sempurna lampau (+)
  • • Anda seharusnya tidur. · Anda seharusnya tidak tidur.
  • • Dia akan datang. · Kebohongan tidak akan datang.

d. Memiliki / memiliki / telah mengubah penggunaan alat, memiliki / telah / memiliki perubahan pada alat, cukup tambahkan catatan setelahnya.

  • Saya menutup pintu. Saya tidak menutup pintu.
  • Dia memasuki kantor. Dia tidak masuk kantor.

3. Pertanyaan

Ada 3 variasi dalam set pertanyaan, yaitu pertanyaan ya / tidak, pertanyaan WH dan pertanyaan tersemat.

Sebuah. Ya-tidak pertanyaan

Yakni pertanyaan dengan jawaban ya / tidak. Kalimat ini menggunakan atau merupakan bantuan modal di depan kalimat sebagai penanda kalimat pertanyaan. Rumus untuk menanyakan pertanyaan ya / tidak adalah sebagai berikut.

  • Kalimat positif
  • Menjadi / sumber daya modal + subjek + kata kerja + (objek)
  • Kalimat negatif
  • Menjadi / modal resource + bukan + subjek + kata kerja + (objek)

Contoh dengan:

  • Apakah aku salah? aku berdosa
  • Jawaban: Ya, Anda salah / Tidak, Anda tidak.
  • Apakah dia seorang guru? Apakah dia seorang guru?
  • Jawaban: Ya, memang / tidak.
  • Misalnya dengan do / does / did:
  • Apakah kamu mengerti? Apakah kamu mengerti?
  • Jawaban: Ya, saya bersedia / tidak, saya tidak.

Contoh dengan modal:

  • Bisakah Anda datang ke pesta Bisakah Anda datang ke pesta
  • Jawaban: Ya, saya bisa / Tidak, saya tidak bisa.
  • Akankah Tina meminjam bukunya? Akankah Tina meminjamkan bukunya?
  • Jawaban: Ya, Tina akan / tidak, tidak akan.

b. Pertanyaan WH

Sebuah pertanyaan yang dimulai dengan pertanyaan Wh dan membutuhkan jawaban yang jelas dan informatif tidaklah cukup, hanya ya atau tidak.

  • Apa: Apa Kapan: Kapan
  • Siapa: siapa (tanya subjek) Mengapa: mengapa
  • Siapa: siapa (objek pertanyaan) Bagaimana: bagaimana
  • Dimana: dimana / dimana
  • Mempertanyakan subjek (menanyakan subjek)
  • Siapa / apa + kata kerja + (objek)

Contoh:

  • Siapa yang menyakitimu Siapa yang menyakitimu
  • Apa yang membuatmu sedih? Apa yang membuatmu sedih?
  • Objek pertanyaan / pelengkap / kata keterangan (tanyakan tentang objek / pelengkap / deskripsi)
  • QW + bantu + subjek + kata kerja (dalam bentuk sederhana) + (objek)

Contoh:

  • Apa yang kamu masak? Apa yang kamu masak?
  • Kenapa kamu terlambat Kenapa kamu terlambat
  • Kapan Anda akan mengembalikan buku saya? Kapan Anda akan mengembalikan buku saya?

c. Pertanyaan tersemat

Yakni saat-saat patut dipertanyakan yang ada dalam sebuah kalimat. Rumus dasar untuk kalimat tanya adalah dengan meletakkan alat bantu modal di awal kalimat. tetapi dalam kalimat semacam ini interogatif kembali ke bentuk positifnya.

4. Kalimat imperatif

Frasa yang digunakan untuk menunjukkan perintah, peringatan, atau larangan.
Keharusan positif. Keharusan negatif

  • • Lihat saya! • Jangan lihat aku!
  • • Jalan! • Jangan pergi!
  • • Rajinlah! • Jangan rajin!

5. Tanda seru

Yakni kalimat yang menunjukkan kekaguman, keheranan, keheranan, kebahagiaan, kesedihan dan sebagainya. Rumus umumnya adalah sebagai berikut.

  • Apa + frase kata benda + (subjek + predikat)
  • Suka + kata sifat / frase kata keterangan + (subjek + predikat)

Contoh:

  • Kasihan! ( Sangat memalukan! )
  • Betapa cantiknya dirimu! ( Kamu cantik )

Semoga membantu teman-teman dari SBI 🙂

Sumber :

admin

Kembali ke atas